Karya Lokal, Dampak Global.
Lihatlah lebih dekat. Di balik produk Terramitra, ada ketelitian tangan-tangan terampil masyarakat lokal yang menghidupkan kembali limbah buah aren. Dengan teknologi sederhana dan semangat yang luar biasa, mereka membuktikan bahwa keberlanjutan dimulai dari komunitas.

Satu Serat, Seribu Harapan.
Terramitra merajut kembali potensi limbah kolang-kaling melalui pemberdayaan masyarakat desa. Kami mengubah beban lingkungan menjadi sumber penghasilan, dan mengubah sisa hasil tani menjadi produk berkualitas global.

Mendefinisikan Ulang Makna Limbah Industri.
Terramitra hadir sebagai solusi manufaktur berkelanjutan. Kami mengolah serat alam melalui proses dekortikasi dan tenun ATBM tradisional untuk menciptakan produk yang inovatif, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Mengubah 70% sampah dari setiap proses produksi kolang-kaling. Berkontribusi pada penurunan volume sampah organik Jawa Tengah yang mencapai 726.000 ton pada tahun 2022
Membantu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan hingga 40% per bulan melalui partisipasi dalam menciptakan produk Terramitra
Dengan menggunakan serat alami, TerraMitra menawarkan alternatif dari penggunaan serat sintetis
Alur Produksi
Perjalanan dari limbah menjadi karya bernilai






Pengumpulan Limbah
Limbah yang diolah merupakan sisa tangkai buah kolang-kaling yang sering terbuang dan tidak bernilai.

Ekstrak Limbah
Setelah limbah terkumpul, tangkai buah kolang-kaling diproses untuk diekstrak seratnya dengan alat bantu mesin, sehingga menghasilkan serat yang siap untuk diproses kembali.

Pemintalan
Serat yang telah terekstrak selanjutnya dipintal dengan tangan terampil pengrajin, menjadi benang yang panjang.

Penenunan
Setelah melalui proses pemintalan, serat aren akan ditenun dengan menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) oleh pengrajin dengan penuh ketelitian.

Pembentukan Produk
Berlanjut ke tahap selanjutnya, serat aren yang sudah menjadi bentuk kain diproses kembali menjadi berbagai produk yang kami hasilkan, seperti tas, topi, clutch bag dan yang lainnya melalui tangan-tangan terampil para pengrajin.